Text
PERPUSTAKAAN SMP YASPORBI II
Penilaian
0,0
dari 5Perempuan-Perempuan Perkasa: Di Jawa Abad XVIII-XIX
Tidak Tersedia Deskripsi
Ketersediaan
| Lokasi | Kode Eksemplar | No. Panggil | Status |
|---|---|---|---|
| Perpustakaan SMP Yasporbi II (Sejarah dan geografi) | SMPY202660 | 959.802 PET p | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
- -
- No. Panggil
- 959.802 PET p
- Penerbit
- Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia, 2024
- Deskripsi Fisik
- xxxiii, 114 hlm. : ilus. ; 20 cm
- Bahasa
- Indonesia
- ISBN/ISSN
- 9786026208163
- Klasifikasi
- 959.802
- Tipe Isi
- -
- Tipe Media
- -
- Tipe Pembawa
- -
- Edisi
- Cet. 6
- Info Detail Spesifik
- BUKU ini memperlihatkan, perempuan priayi dan perempuan keluarga keraton di Jawa Tengah selatan, setidaknya sampai akhir Perang Jawa (1825–1830), menikmati kesempatan bertindak atau mengambil inisiatif pribadi yang jauh lebih luas daripada saudari-saudari mereka yang hidup di akhir abad ke-19, di zaman Raden Ajeng Kartini (1879–1904). Jejak mereka bahkan menembus bidang yang dianggap sebagai dunia laki-laki, yaitu militer dan politik. Di bidang bisnis, mereka mengambil peran sangat penting, seperti tampak pada sosok Ratu Kencono Wulan (sekitar 1780–1859), permaisuri ketiga Sultan Hamengku Buwono II. Berasal dari keluarga lapis bawah–diduga pemilik kios di Pasar Beringharjo–Sang Ratu menjelma menjadi seorang first lady yang luar biasa rakus. Dia memanfaatkan posisinya untuk meminta bagian dari keuntungan setiap proyek. Di pihak lain, pendidikan Barat dan sistem menitipkan anak keraton–sebagai cara membentuk karakter dan pengetahuan–kepada keluarga Indo-Belanda daripada memercayakan kepada perempuan kerajaan yang lebih tua, seperti terjadi pada Pangeran Diponegoro, dinilai telah merusak pengaruh perempuan keraton dan masyarakat Jawa umumnya. Penulis menguraikan bagaimana pola asuh matriarki gaya Polinesia tersebut dipengaruhi secara serentak oleh kolonialisme dan Islam. Buku kecil ini merupakan pengantar inspiratif bagi sejarawan untuk melakukan kajian lebih utuh dengan pendekatan baru atas sejarah Indonesia dari pertengahan abad ke-18 sampai era modern. Hanya dengan demikian perempuan Jawa dapat memiliki dasar kuat ketika mengambil tempat selayaknya dalam evolusi bangsanya selama berabad-abad.
- Pernyataan Tanggungjawab
- Peter Carey
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah