Klasifikasi Rempah Rimpang Berdasarkan Ciri Warna Rgb Dan Tekstur Menggunakan Algoritma Naive Bayes
Pratama, Rizky
Rempah rimpang memiliki peran penting dalam bidang kesehatan dan kuliner,
namun ketiga jenis jahe — Zingiber officinale var. amarum (jahe emprit), Zingiber
officinale var. rubrum (jahe merah), dan Zingiber officinale var. officinarum (jahe
gajah) — seringkali sulit dibedakan secara visual oleh masyarakat umum.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi otomatis berdasarkan
fitur warna dan tekstur citra menggunakan algoritma Gaussian Naive Bayes.
Dataset terdiri dari 3.000 citra dengan distribusi seimbang dari ketiga kelas. Proses
penelitian mencakup tahapan pra-pemrosesan (ubah ukuran, peningkatan saturasi,
penghapusan latar belakang, dan augmentasi), ekstraksi fitur warna RGB dan
tekstur menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM), serta
klasifikasi menggunakan skema validasi silang K-Fold (K = 10, K = 5), dan
pembagian data latih-uji 80:20. Tiga pendekatan digunakan: tanpa reduksi dimensi,
dengan reduksi menggunakan Principal Component Analysis (PCA), dan Linear
Discriminant Analysis (LDA). Hasil menunjukkan bahwa model tanpa reduksi
hanya mencapai akurasi maksimum 70,25%, PCA mencapai 76%, sedangkan LDA
menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 98,67%. Temuan ini mengindikasikan
bahwa LDA secara signifikan meningkatkan performa klasifikasi. Meskipun Naive
Bayes cukup efektif, performanya sangat bergantung pada kualitas fitur yang
diekstraksi. Oleh karena itu, pemrosesan citra yang optimal dan penggunaan
metode klasifikasi yang lebih kompleks disarankan untuk penelitian lanjutan.
namun ketiga jenis jahe — Zingiber officinale var. amarum (jahe emprit), Zingiber
officinale var. rubrum (jahe merah), dan Zingiber officinale var. officinarum (jahe
gajah) — seringkali sulit dibedakan secara visual oleh masyarakat umum.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem klasifikasi otomatis berdasarkan
fitur warna dan tekstur citra menggunakan algoritma Gaussian Naive Bayes.
Dataset terdiri dari 3.000 citra dengan distribusi seimbang dari ketiga kelas. Proses
penelitian mencakup tahapan pra-pemrosesan (ubah ukuran, peningkatan saturasi,
penghapusan latar belakang, dan augmentasi), ekstraksi fitur warna RGB dan
tekstur menggunakan metode Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM), serta
klasifikasi menggunakan skema validasi silang K-Fold (K = 10, K = 5), dan
pembagian data latih-uji 80:20. Tiga pendekatan digunakan: tanpa reduksi dimensi,
dengan reduksi menggunakan Principal Component Analysis (PCA), dan Linear
Discriminant Analysis (LDA). Hasil menunjukkan bahwa model tanpa reduksi
hanya mencapai akurasi maksimum 70,25%, PCA mencapai 76%, sedangkan LDA
menghasilkan akurasi tertinggi sebesar 98,67%. Temuan ini mengindikasikan
bahwa LDA secara signifikan meningkatkan performa klasifikasi. Meskipun Naive
Bayes cukup efektif, performanya sangat bergantung pada kualitas fitur yang
diekstraksi. Oleh karena itu, pemrosesan citra yang optimal dan penggunaan
metode klasifikasi yang lebih kompleks disarankan untuk penelitian lanjutan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2025
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-18T04:30:12Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah