Karakteristik Madu Apis Mellifera Dengan Waktu Panen 14 Hari Dan 21 Hari
Manurung, Irfan
Madu merupakan salah satu produk hasil hutan bukan kayu (HBBK) yang
sudah dimanfaatkan oleh masyarakata Indonesia.Lebah penghasil madu yang dapat
diternakkan terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah Apis mellifera
(A.mellifera). Pada penelitian ini madu yang dihasilkan oleh lebah madu A.mellifera
berasal dari nektar dari pangkal daun tanaman Acacia crassicarpa (A.crassicarpa).
Lebah madu A.mellifera sebagai penghasil madu selain membutuhkan nektar, juga
membutuhkan sumber pollen sebagai sumber protein untuk lebah. Karakteristik
madu dipengaruhi oleh tanaman sumber nektar dan sumber polen yang diperoleh
lebah. Tanaman sumber polen yang banyak terdapat dikawasan Hutan Tanaman
Industri (HTI) di Kabupaten Siak, dimana banyak terdapat usaha peternakan madu
A.mellifera adalah A.crassicarpa yang sudah berbunga, kelapa sawit dan rumputrumputan.
Tanaman jenis gelam (Melaleuca cajuputi) merupakan salah satu jenis
yang ditanam oleh PT Arara Abadi di Desa Sukajaya Distrik Rasau Kuning yang
merupakan sumber polen bagi lebah madu. Tanaman sumber polen jenis gelam
diduga akan mempengaruhi kualitas madu yang dihasilkan. Peternak A.mellifera
disekitarnya. Belum banyak yang mengkaji kualitas madu dengan sumber polen
dari tanaman gelam. Selain itu masa panen terhadap madu juga akan mempengaruhi
karakteristik madu. Masa panen tercepat yang biasa dilakukan oleh perternak
adalah 14 hari sampai 21 hari. Oleh karena itu penelitian tentang
kualitas/karakteristik madu dengan sumber polen tanaman tersebut dan masa panen
14 hari dan 21 hari perlu dilakukan.
Penyedian madu A.mellifera diambil dari Desa Sukajaya Kabupaten Siak
Madu yang dijadikan sampel penelitian yang mendapatkan sumber nektar dari
A.crassicarpa dan sumber polen dari tanaman gelam (Melaleuca cajuputi).
Pengujian sampel madu diambil dari peternak dengan masa panen 14 hari dan 21
hari. Setelah penyiapan sampel madu maka dilakukan pengujian kuliatas madu
terhadap madu yang dipanen 14 hari dan 21 hari. Variabel pengujian kualitas madu
yang dilakukan adalah: kadar air, kadar gula total, keasaman, padatan tak larut
dalam air, kadar abu. Setiap variabel pengujian diulang 3 kali. Data ini diambil dengan
menggunakan analisis dilakukan untuk membandingkan karakteristik madu Apis
mellifera dengan sumber polen A.crassicarpa dan tanaman gelam yang dipanen
pada 14 hari dan 21 hari dengan cara analisis uji t 2 sampel independent (bebas).
Pada penelitian yang dilakukan, karakteristik nilai dari pengujian madu
A.mellifera yang dipanen pada 14 hari; kadar air 26,4 %, kadar gula total 72,0 %
Btrix, keasaman 139,5896 NaOH/Kg, padatan tak larut air 0,5996 % dan kadar abu
0,2284%. Madu dengan pemanenan 21 hari dengan nilai kadar air 24,2%, kadar
gula total 74,1% Btrix, keasaman 114,9522 NaOH/Kg, padatan tak larut air
0,4679% dan kadar abu 0,1336%. Karakteristik madu pemanenan 14 hari dan 21
hari yang memenuhi SNI 8664-2018. Madu pamanenan 14 hari yang memenuhi
SNI terdiri dari padatan tak larut air dan kadar abu. Madu pamanenan 21 hari yang
memenuhi SNI ialah padatan tak larut air dan kadar abu. Karakteristik pengujian
madu pemanenan 14 hari dan 21 hari antara lain, pengujian kadar abu, kadar gula
total dan keasaman berbeda nyata. Pengujian padatan tak larut air dan kadar abu
tidak berbeda nyata.
sudah dimanfaatkan oleh masyarakata Indonesia.Lebah penghasil madu yang dapat
diternakkan terdiri dari beberapa jenis, salah satunya adalah Apis mellifera
(A.mellifera). Pada penelitian ini madu yang dihasilkan oleh lebah madu A.mellifera
berasal dari nektar dari pangkal daun tanaman Acacia crassicarpa (A.crassicarpa).
Lebah madu A.mellifera sebagai penghasil madu selain membutuhkan nektar, juga
membutuhkan sumber pollen sebagai sumber protein untuk lebah. Karakteristik
madu dipengaruhi oleh tanaman sumber nektar dan sumber polen yang diperoleh
lebah. Tanaman sumber polen yang banyak terdapat dikawasan Hutan Tanaman
Industri (HTI) di Kabupaten Siak, dimana banyak terdapat usaha peternakan madu
A.mellifera adalah A.crassicarpa yang sudah berbunga, kelapa sawit dan rumputrumputan.
Tanaman jenis gelam (Melaleuca cajuputi) merupakan salah satu jenis
yang ditanam oleh PT Arara Abadi di Desa Sukajaya Distrik Rasau Kuning yang
merupakan sumber polen bagi lebah madu. Tanaman sumber polen jenis gelam
diduga akan mempengaruhi kualitas madu yang dihasilkan. Peternak A.mellifera
disekitarnya. Belum banyak yang mengkaji kualitas madu dengan sumber polen
dari tanaman gelam. Selain itu masa panen terhadap madu juga akan mempengaruhi
karakteristik madu. Masa panen tercepat yang biasa dilakukan oleh perternak
adalah 14 hari sampai 21 hari. Oleh karena itu penelitian tentang
kualitas/karakteristik madu dengan sumber polen tanaman tersebut dan masa panen
14 hari dan 21 hari perlu dilakukan.
Penyedian madu A.mellifera diambil dari Desa Sukajaya Kabupaten Siak
Madu yang dijadikan sampel penelitian yang mendapatkan sumber nektar dari
A.crassicarpa dan sumber polen dari tanaman gelam (Melaleuca cajuputi).
Pengujian sampel madu diambil dari peternak dengan masa panen 14 hari dan 21
hari. Setelah penyiapan sampel madu maka dilakukan pengujian kuliatas madu
terhadap madu yang dipanen 14 hari dan 21 hari. Variabel pengujian kualitas madu
yang dilakukan adalah: kadar air, kadar gula total, keasaman, padatan tak larut
dalam air, kadar abu. Setiap variabel pengujian diulang 3 kali. Data ini diambil dengan
menggunakan analisis dilakukan untuk membandingkan karakteristik madu Apis
mellifera dengan sumber polen A.crassicarpa dan tanaman gelam yang dipanen
pada 14 hari dan 21 hari dengan cara analisis uji t 2 sampel independent (bebas).
Pada penelitian yang dilakukan, karakteristik nilai dari pengujian madu
A.mellifera yang dipanen pada 14 hari; kadar air 26,4 %, kadar gula total 72,0 %
Btrix, keasaman 139,5896 NaOH/Kg, padatan tak larut air 0,5996 % dan kadar abu
0,2284%. Madu dengan pemanenan 21 hari dengan nilai kadar air 24,2%, kadar
gula total 74,1% Btrix, keasaman 114,9522 NaOH/Kg, padatan tak larut air
0,4679% dan kadar abu 0,1336%. Karakteristik madu pemanenan 14 hari dan 21
hari yang memenuhi SNI 8664-2018. Madu pamanenan 14 hari yang memenuhi
SNI terdiri dari padatan tak larut air dan kadar abu. Madu pamanenan 21 hari yang
memenuhi SNI ialah padatan tak larut air dan kadar abu. Karakteristik pengujian
madu pemanenan 14 hari dan 21 hari antara lain, pengujian kadar abu, kadar gula
total dan keasaman berbeda nyata. Pengujian padatan tak larut air dan kadar abu
tidak berbeda nyata.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2024
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2025-09-23T07:18:18Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah