Upaya Lembaga Pemasyarakatan Dalam Menangani Kekerasan Yang Terjadi Pada Sesama Warga Binaan Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru
Hutagaol, Kinri
Permasalahan dalam penelitian ini kekerasan yang terjadi antar sesama warga binaan
dalam Lembaga Pemasyarakatan disebabkan karena ditempatkannya pelaku tindak
pidana dalam satu ruangan atau tempat yang sama sehingga pembinaan yang
dilakukan belum sesuai dengan yang harapkan. Selain itu banyaknya jumlah warga
binaan juga merupakan salah satu penyebab sering terjadi kekerasan antar sesama
warga binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan karena kelebihan kapasitas
menyebabkan kondisi tidak kondusif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
menjelaskan Lembaga Pemasyarakatan dalam menangani kekerasan yang terjadi pada
sesama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, hambatan
dalam pelaksanaannya dan untuk menjelaskan upaya dalam mengatasi hambatan
upaya mengatasi hambatan Lembaga Pemasyarakatan dalam menangani kekerasan
yang terjadi pada sesama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A
Pekanbaru tersebut. Metode yang dipergunakan adalah penelitian hukum sosiologis,
Sumber data terdiri atas data primer, data sekunder,dan data tertier dengan teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kajian kepustakaan. Data
yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode kualitatif, yaitu data akan
dijelaskan dengan dengan menguraikan secara deskriptif dari data yang telah
diperoleh. Dalam menganalisis kesimpulan Penulis menerapkan Metode berfikir
induktif yaitu suatu pernyataan atau dalil yang bersifat khusus menjadi suatu
pernyataan atau kasus yang bersifat umum. Berdasarkan hasil penelitian diketahui
bahwa apabila narapidana yang sengaja melakukan kekerasan sesama warga binaan
maka akan dijatuhi sanksi berupa hukuman disiplin tingkat ringan, hukuman disiplin
tingkat sedang, dan hukuman disiplin tingkat berat. Hal ini dilakukan agar
memberikan efek jera terhadap warga binaan yang melakukan kekerasan sesama
warga binaan. Selanjutnya adapun upaya hukuman atau sanksi yang diberikan oleh
Petugas lapas Hambatan yang muncul adalah kelebihan kapasitas dan perbandingan
jumlah petugas dan penghuni yang tinggi, kelebihan kapasitas ini disebabkan tidak
sebandingnya jumlah narapidana yang masuk dengan jumlah narapidana yang keluar,
Dengan upaya memberikan sanksi yang tegas kepada narapidana yang melakukan
tindakan kekerasan kepada sesama warga binaan sehingga memberikan efek jera
terhadap narapidana tersebut, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang
mumpuni, terlatih serta tangguh untuk tetap bersiaga 24 jam untuk mengontrol dan
memantau pengawasan terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyaratan Kelas II A
Pekanbaru dan melakukan pendekatan kepada masing-masing individu warga binaan
dengan tujuan untuk mengetahui kondisi warga binaan, dengan melakukan
pendekatan petugas akan mendapatkan informasi mengenai kondisi warga binaan di
masing-masing blok dan kamar. Pendekatan terhadap warga binaan ini penting
dilakukan karena juga menjalin komunikasi yang baik dengan para warga binaan.
dalam Lembaga Pemasyarakatan disebabkan karena ditempatkannya pelaku tindak
pidana dalam satu ruangan atau tempat yang sama sehingga pembinaan yang
dilakukan belum sesuai dengan yang harapkan. Selain itu banyaknya jumlah warga
binaan juga merupakan salah satu penyebab sering terjadi kekerasan antar sesama
warga binaan di dalam Lembaga Pemasyarakatan karena kelebihan kapasitas
menyebabkan kondisi tidak kondusif. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
menjelaskan Lembaga Pemasyarakatan dalam menangani kekerasan yang terjadi pada
sesama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Pekanbaru, hambatan
dalam pelaksanaannya dan untuk menjelaskan upaya dalam mengatasi hambatan
upaya mengatasi hambatan Lembaga Pemasyarakatan dalam menangani kekerasan
yang terjadi pada sesama warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A
Pekanbaru tersebut. Metode yang dipergunakan adalah penelitian hukum sosiologis,
Sumber data terdiri atas data primer, data sekunder,dan data tertier dengan teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan kajian kepustakaan. Data
yang diperoleh akan dianalisis menggunakan metode kualitatif, yaitu data akan
dijelaskan dengan dengan menguraikan secara deskriptif dari data yang telah
diperoleh. Dalam menganalisis kesimpulan Penulis menerapkan Metode berfikir
induktif yaitu suatu pernyataan atau dalil yang bersifat khusus menjadi suatu
pernyataan atau kasus yang bersifat umum. Berdasarkan hasil penelitian diketahui
bahwa apabila narapidana yang sengaja melakukan kekerasan sesama warga binaan
maka akan dijatuhi sanksi berupa hukuman disiplin tingkat ringan, hukuman disiplin
tingkat sedang, dan hukuman disiplin tingkat berat. Hal ini dilakukan agar
memberikan efek jera terhadap warga binaan yang melakukan kekerasan sesama
warga binaan. Selanjutnya adapun upaya hukuman atau sanksi yang diberikan oleh
Petugas lapas Hambatan yang muncul adalah kelebihan kapasitas dan perbandingan
jumlah petugas dan penghuni yang tinggi, kelebihan kapasitas ini disebabkan tidak
sebandingnya jumlah narapidana yang masuk dengan jumlah narapidana yang keluar,
Dengan upaya memberikan sanksi yang tegas kepada narapidana yang melakukan
tindakan kekerasan kepada sesama warga binaan sehingga memberikan efek jera
terhadap narapidana tersebut, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia yang
mumpuni, terlatih serta tangguh untuk tetap bersiaga 24 jam untuk mengontrol dan
memantau pengawasan terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyaratan Kelas II A
Pekanbaru dan melakukan pendekatan kepada masing-masing individu warga binaan
dengan tujuan untuk mengetahui kondisi warga binaan, dengan melakukan
pendekatan petugas akan mendapatkan informasi mengenai kondisi warga binaan di
masing-masing blok dan kamar. Pendekatan terhadap warga binaan ini penting
dilakukan karena juga menjalin komunikasi yang baik dengan para warga binaan.
Informasi Repositori
- Jenis
- Thesis
Detail Information
- Tahun
- 2023
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-12-09T01:25:31Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah