Sistem penunjang keputusan penetapan siswa inklusi kesulitan belajar di sekolah dasar
Van FC, Lucky Lhaura; Lestari, Novia
Pendidikan merupakan hak semua warganegara, tak terkecuali bagi warganegara
yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial, yang berhak
memperoleh pendidikan khusus. Salah satu implementasinya adalah berupa kebijakan dari
dinas pendidikan kabupaten/kota yang menyarankan sekolah reguler siap sedia memberikan
program inklusi jika memiliki siswa Inklusi atau berkebutuhan khusus, salah satunya adalah
siswa inklusi kesulitan belajar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam penetapan siswa
inklusi adalah saat menyelenggarakan proses belajar mengajar, kepala sekolah bersama
dengan guru-guru harus memilih dan menetapkan peserta didik yang patut mendapakan
pendidikan inklusi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Saat ini penilaian dari setiap
kriteria belum menggunakan suatu metode keputusan, sehingga penilaian antar peserta masih
menggunakan prediksi atau perkiraan yang dapat menimbulkan penilaian bersifat subyektif.
Dampak lebih lanjut dari permasalahan tersebut yaitu menimbulkan kurang tepatnya pemilihan
siswa inklusi kesulitan. Dengan perkembangan teknologi informasi yang mencakup segala
bidang, perlu dirancang sebuah sistem yang dapat membantu dalam penetapan siswa inklusi
kesulitan belajar, agar dapat membantu mempermudah pihak sekolah dalam menyeleksi dan
menetapkan siswa inklusi kesulitan belajar, sehingga hasil yang diinginkan tepat sasaran dan
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hal tersebut dapat terbantu dengan sistem
pendukung keputusan penetapan siswa inklusi kesulitan belajar menggunakan metode
Analitycal Hierarcy Process (AHP) yang mampu membantu memecahkan persoalan yang
kompleks menjadi lebih sederhana dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental, intelektual dan/atau sosial, yang berhak
memperoleh pendidikan khusus. Salah satu implementasinya adalah berupa kebijakan dari
dinas pendidikan kabupaten/kota yang menyarankan sekolah reguler siap sedia memberikan
program inklusi jika memiliki siswa Inklusi atau berkebutuhan khusus, salah satunya adalah
siswa inklusi kesulitan belajar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam penetapan siswa
inklusi adalah saat menyelenggarakan proses belajar mengajar, kepala sekolah bersama
dengan guru-guru harus memilih dan menetapkan peserta didik yang patut mendapakan
pendidikan inklusi sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Saat ini penilaian dari setiap
kriteria belum menggunakan suatu metode keputusan, sehingga penilaian antar peserta masih
menggunakan prediksi atau perkiraan yang dapat menimbulkan penilaian bersifat subyektif.
Dampak lebih lanjut dari permasalahan tersebut yaitu menimbulkan kurang tepatnya pemilihan
siswa inklusi kesulitan. Dengan perkembangan teknologi informasi yang mencakup segala
bidang, perlu dirancang sebuah sistem yang dapat membantu dalam penetapan siswa inklusi
kesulitan belajar, agar dapat membantu mempermudah pihak sekolah dalam menyeleksi dan
menetapkan siswa inklusi kesulitan belajar, sehingga hasil yang diinginkan tepat sasaran dan
sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hal tersebut dapat terbantu dengan sistem
pendukung keputusan penetapan siswa inklusi kesulitan belajar menggunakan metode
Analitycal Hierarcy Process (AHP) yang mampu membantu memecahkan persoalan yang
kompleks menjadi lebih sederhana dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
Detail Information
- Publisher
- Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Lancang Kuning
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2019-11-07T03:24:30Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah