Ungkapan tradisional yang berkaitan dengan sila-sila dalam pancasila daerah Maluku
Pattikayhatu, J.A.; Rachman, Hasyim; Malessy, B. Th.; Kasihuw, J; Sakalessy, Ot
Bahwa masyarakat di pulau Ambon dan kepulauan Lease yang berbahasa daerah Ambon dan di Pulau Ternate mengenal pula tradisi lisan dalam bentuk ungkapan-ungkapan. Ungkapan-ungkapan itu semula diucapkan secara spontan, tetapi kemudian mencapai bentuknya yang membeku.
Maknanya bersifat instruktif, imperatif ataupun preventif. Ungkapan itu disampaikan oleh penuturnya agar pendengarnya mengetahui nilai-nilai yang baik dan yang tidak baik. Nilai yang baik hendaknya dijadikan pegangan, sedangkan nilai yang tidak baik hendaknya dihindari. Jadi ungkapan itu mengandung unsur edukatif, khususnya dalam bidang pendidikan etik dan moral.
Makna yang terkandung di dalamnya ada yang diungkapkan secara terselubung, misalnya dengan arti kiasan atau metafora, tetapi ada juga yang secara wajar. Ungkapan menggambarkan kehidupan sosial kultural dari pemiliknya. Pada umumnya ungkapan berbentuk peribahasa, pepatah dan kiasan yang telah dikenal masyarakat secara turun-temurun. Tidak lagi diketahui siapa yang pertama kali yang menciptakannya. Disebarkan secara lisan dalam bentuk tuturan, pada umumnya dari orang tua kepada anak atau orang yang lebih tua umurnya kepada yang lebih muda umurnya.
Dalam kedua bahasa daerah tersebut, ungkapan tradisional mempunyai bentuk dan gaya yang kadang-kadang sulit dicapai dalam bahasa .Indonesia. Oleh karena itu terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan secara harfiah sepenuhnya. Untuk itu diadakan terjemahan bebas dan diusahakan tidak jauh menyimpang dari arti ungkapan yang sebenarnya.
Maknanya bersifat instruktif, imperatif ataupun preventif. Ungkapan itu disampaikan oleh penuturnya agar pendengarnya mengetahui nilai-nilai yang baik dan yang tidak baik. Nilai yang baik hendaknya dijadikan pegangan, sedangkan nilai yang tidak baik hendaknya dihindari. Jadi ungkapan itu mengandung unsur edukatif, khususnya dalam bidang pendidikan etik dan moral.
Makna yang terkandung di dalamnya ada yang diungkapkan secara terselubung, misalnya dengan arti kiasan atau metafora, tetapi ada juga yang secara wajar. Ungkapan menggambarkan kehidupan sosial kultural dari pemiliknya. Pada umumnya ungkapan berbentuk peribahasa, pepatah dan kiasan yang telah dikenal masyarakat secara turun-temurun. Tidak lagi diketahui siapa yang pertama kali yang menciptakannya. Disebarkan secara lisan dalam bentuk tuturan, pada umumnya dari orang tua kepada anak atau orang yang lebih tua umurnya kepada yang lebih muda umurnya.
Dalam kedua bahasa daerah tersebut, ungkapan tradisional mempunyai bentuk dan gaya yang kadang-kadang sulit dicapai dalam bahasa .Indonesia. Oleh karena itu terjemahannya ke dalam bahasa Indonesia tidak dapat dilakukan secara harfiah sepenuhnya. Untuk itu diadakan terjemahan bebas dan diusahakan tidak jauh menyimpang dari arti ungkapan yang sebenarnya.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah
- Tahun
- 1985
- Bahasa
- id
- Last Updated
- 2024-03-06T07:23:56Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah